Senin, 20 November 2017

Tetapkanlah.....

Related image
Bagai nyiur tertiup angin…
bergerak tanpa kepastian.
Begitulah hati seorang muslim…
ketika dia mengikuti arus kehidupan.
Selalu akan terbawa & selalu ada yang akan membawa…
……
dia mencoba…
menentang…
namun terkadang tak kuasa…
……
tetapkanlah…
tetapkanlah hati kami semua, wahai Rabbul ‘alamiin…
tetapkanlah…
tetapkanlah iman, ilmu dan ‘amalan kami wahai Rabbul ‘alamiin…
……
يا مقــلـب لقــلــوب ثبــت قــلبـــي عــلى د ينـــك
“Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu” (HR. Ibnu Abi Ashim, diambil dari kitab Shahih al-Jami’ no. 7988)

Cara Membentuk Kebiasaan Membaca di Keluarga

Setiap orang tahu betapa pentingnya membaca, tetapi tidak semuanya menjadikannya sebagai kebiasaan. Membaca buku memang memberikan banyak manfaat, seperti yang tertera di bawah ini, tetapi menjadikannya kegiatan rutin dalam hidup sehari-hari bisa menjadi suatu tantangan tersendiri.

Jika Anda pernah mencoba membiasakan diri untuk membaca, misalnya satu novel 500 halaman dalam satu minggu, tetapi gagal (dan mungkin lebih dari satu kali), jangan putus asa. Cobalah sekali lagi, tetapi kali ini dengan mengajak anggota keluarga untuk bersama-sama membentuk kebiasaan membaca.

Apa manfaat dari membaca buku?

Ingatlah bahwa manfaat budaya membaca tidak bisa didapatkan secara instan dan mungkin tidak jelas terlihat, tetapi pengaruh itu ada dan tercermin dalam karakter dan sikap hidup Anda.

Manfaat yang bisa Anda dapatkan dari membaca buku tidak terhitung jumlahnya, tetapi berikut adalah beberapa yang utama:

Mendapat pengetahuan baru

Melalui membaca, Anda memungkinkan diri terpapar oleh informasi menyegarkan untuk diketahui, hal-hal baru untuk dicoba, cara-cara berbeda untuk memecahkan masalah, dan jalan-jalan lain untuk mencapai suatu tujuan.

Buku menawarkan Anda berbagai macam pengetahuan yang terkandung dalam setiap paragraf dan babnya, dan membaca memberikan Anda kesempatan untuk memahami, mengolah, dan menjadikan pengetahuan tersebut sebagai panduan untuk mengambil tindakan.

Mengembangkan karakter diri

Tidak diragukan lagi, orang yang gemar membaca akan cendrung lebih berkarakter. Dengan membaca, pikiran Anda bisa menjadi lebih terbuka, wawasan menjadi lebih luas, dan pemahaman Anda terhadap hal-hal menjadi semakin mendalam.

Percakapan Anda akan berbobot, dan Anda akan terlihat menarik di mata orang lain sehingga meningkatkan rasa percaya diri Anda.

Selain itu, kebiasaan membaca melatih Anda untuk lebih terhubung secara internal dengan pikiran dan jiwa Anda, menjadikan Anda pribadi yang lebih tenang dan nyaman dengan diri Anda sendiri.

Belajar dari pengalaman orang lain

Meskipun pengalaman sendiri dianggap sebagai guru yang paling berharga, Anda bisa belajar lebih cepat untuk menghindari kesalahan dan menyelesaikan masalah dengan menjadikan pengalaman orang lain sebagai salah satu acuan.

Dengan membaca, Anda bisa mengenal karakter orang lain, memahami kisah mereka, dan mengambil pelajaran dari keseluruhan hidupnya. Cerita hidup Anda mungkin berbeda dari milik mereka, tetapi selalu ada pesan yang bisa membantu Anda mengatasi masa sulit dan meraih kesuksesan.

Menumbuhkan imajinasi dan kreativitas

Buku bisa mengandung kisah yang melampaui imajinasi seseorang dan menjerat Anda ke dalam dunia magisnya. Membaca memungkinkan Anda untuk turut berpikir dengan cara-cara yang tidak biasa dan menghasilkan jawaban-jawaban yang tidak terpikirkan sebelumnya.

Daya imajinasi Anda akan tertantang dan kreativitas Anda akan tergugah berkat suguhan bacaan yang bervariasi dan memuaskan pikiran serta hati.

Mengapa perlu untuk membiasakan membaca buku di keluarga?

Selain manfaat di atas, kebiasaan membaca di keluarga bisa memberikan keuntungan lain, terutama dalam proses pembentukan kebiasaan itu sendiri. Semua hal akan lebih terasa lebih mudah jika dilakukan bersama-sama dalam keluarga.

Pernahkah Anda mencoba untuk mengurangi berat badan? Usaha untuk menjalani diet akan lebih mudah dilakukan setiap harinya jika anggota keluarga yang lain ikut mendukung atau bahkan turut bergabung dalam program sehat Anda, daripada Anda harus menyantap semangkuk oatmeal sendirian sementara ibu dan kakak menikmati sepiring nasi goreng babat lengkap dengan sambal dan kerupuk untuk sarapan.

Prinsip yang sama berlaku untuk budaya membaca. Kegiatan ini akan terasa alami sebagai suatu kebiasaan karena berasal dari rumah dan dijalani bersama oleh semua anggota keluarga. Dengan ini, Anda akan terbantu dalam disiplin diri dan berhasil menjadikan membaca sebagai rutinitas harian yang tidak bisa terlewatkan.

Kebiasaan ini lalu akan diturunkan dari satu generasi ke generasi lainnya sehinggalah terciptalah tradisi membaca di keluarga dan garis keturunan yang semakin matang tingkat kecerdasan intelektual dan emosionalnya.

Tips membentuk kebiasaan membaca buku di keluarga

Untuk membangun kebiasaan membaca di keluarga Anda, coba praktikkan tips berikut ini:

1. Tentukan target

Target membaca membantu Anda termotivasi dan keep-on-track dengan upaya Anda. Target ini bisa berupa minimal jangka waktu membaca yang harus Anda capai di setiap harinya, atau minimal jumlah buku yang harus Anda selesaikan dalam satu bulan.

Misalnya, Anda bisa menargetkan untuk membaca 5 halaman setiap dua hari sekali, atau menyelesaikan 24 buku dalam kurun satu tahun. Target ini harus realistis karena membaca seharusnya menjadi kegiatan yang menyenangkan dan bukan beban.

Target masing-masing orang dalam keluarga boleh berbeda, tergantung kesibukan, kemampuan dan kecepatan membaca masing-masing, karena yang penting bukanlah banyaknya buku yang berhasil diselesaikan tetapi menikmati proses membaca itu sendiri dan kepuasan dari keberhasilan mencapai target pribadi.

Target ini bisa ditingkatkan di kemudian hari jika Anda sudah lebih terbiasa membaca buku.

2. Buat daftar buku

Sebagai permulaan, membaca buku akan lebih mudah jika topik bacaan sesuai minat masing-masing orang dalam keluarga. Jika Anda tertarik dengan fiksi, buatlah daftar judul novel (atau bahkan cerita pendek) fiktif yang ingin Anda baca atau yang terkenal di masyarakat. Jika ayah Anda menyukai sejarah, mintalah beliau untuk membuat daftar buku berseting sejarah yang telah lama ingin beliau baca. Mintalah saran dari satu sama lain atau teman yang memang gemar membaca.

Mulailah secara perlahan dan jangan menuliskan lebih dari lima judul buku karena daftar yang panjang akan membebani Anda dan membuat kegiatan membaca hanya terlihat sebagai suatu keharusan.

Jika Anda sudah semakin terbiasa membaca, Anda bisa mencoba menantang diri dengan topik yang mungkin diluar minat wajar Anda tetapi masih cukup menarik untuk diikuti.
Sama seperti sebelumnya, mulailah dengan buku-buku yang ringan, dan dorong diri untuk membaca minimal 30 halaman sebelum membentuk anggapan terhadap tema buku tersebut.

Jika setelah 50 halaman Anda masih belum terpikat dengan buku tersebut, Anda boleh menyisihkannya. Penggemar berat buku memang bisa menikmati bervariasi judul dan penulis, tetapi sebagian orang memilih untuk membaca buku hanya yang mereka bisa nikmati.

3. Dapatkan akses buku

Siapa bilang bahwa membaca adalah hobi yang mahal?

Di jaman modern ini, banyak bacaan tersedia dalam bentuk elektronik demi kemudahan akses. Anda bisa memanfaatkan ­e-book atau buku elektonik jika menginginkan judul yang sulit didapatkan di toko buku atau mungkin buku berbahasa asing yang belum diterjemahkan ke bahasa lokal.

Untuk Anda yang lebih menikmati sensasi memegang buku dan membaca di kesunyian, Anda bisa mengajak anggota keluarga ke perpustakaan kota dan memilih buku favorit masing-masing untuk dibaca.

Meminjam buku dari teman juga bisa menjadi solusi akses ke banyak buku tanpa perlu menghabiskan banyak biaya.

4. Baca di mana saja—atau bentuk pola

Jika Anda termasuk orang yang bisa menyelipkan aktivitas tertentu di tengah jeda aktivitas lainnya, maka lakukanlah sesuai cara Anda. Bawalah buku yang ingin Anda selesaikan ke mana saja, dan bacalah jika Anda memiliki kesempatan, misalnya setelah makan siang di sekolah, saat di dalam bus, atau sedang menunggu teman diluar.

Namun, untuk anggota keluarga lain yang tergolong creature of habit, atau seseorang yang terbentuk dari pola atau rutinitas, cara bebas tersebut tidak akan bekerja.

Jika ibu Anda, misalnya, termasuk orang yang menyukai jadwal, maka sarankan beliau untuk membaca setelah membereskan sarapan setiap harinya, menyisihkan 20 menit dari waktu tidur siang untuk membuka buku, atau menyelesaikan 5 halaman setiap sebelum tidur malam.

Bagi orang yang menyukai keteraturan, membaca di waktu atau di tempat yang sama setiap harinya bisa menjadikan kegiatan tersebut sebagai rutinitas yang mudah dan menyenangkan.

5. Jadikan membaca kegiatan bersama

Meskipun judul yang dibaca oleh masing-masing anggota keluarga berbeda, cobalah untuk mendiskusikan buku yang sudah salah seorang baca sewaktu minum teh sore atau makan malam.

Hal apapun dalam buku bisa menjadi topik pembicaraan yang seru di meja makan, dan anggota keluarga bisa mengemukakan pendapatnya mengenai karakter atau plot tertentu.

Dengan ini, Anda mungkin akan tertarik untuk membaca buku yang sedang dinikmati oleh ayah Anda, dan adik Anda mungkin akan menaruh minat pada bidang tertentu yang menjadi fokus dalam buku yang Anda baca. Jadikan waktu berkumpul bersama di akhir pekan sebagai book club khusus keluarga Anda.


Minggu, 19 November 2017

Kriteria Wanita Cantk Menurut Alquran dan Assunnah



Assalamualaikum

Sahabat Dakwah

Cantik Dimata manusia hanya bawa bencana,capeknya iya, buat terlena juga, menjadi bangga sementara dan berpotensi mengundang murkanya. Namun cantik dalam penilaian Alloh pasti membuat bahagia, jauh dari sengsara dan kelak tinggal abadi di surga. Seperti apa sih agar dinilai cantik olehNya???
  1. Senantiasa menjaga pandangannya, dan sllu terlihat sopan dan terpuji serta menutup auratnya. (QS. an-Nuur: 24/31)
  2. Tidak bergaul bebas dgn kaum laki² yang bukan mahramnya, kecantikannya dipelihara dari pandangan laki-laki, tanpa dipertontonkan. (HR. Bukhari)
  3. Pembawaan diri yang sopan, tegas, dan bersahaja. (QS. al-Qashas: 28/25)
  4. Senantiasa berbicara dgn perkataan yang baik, dan nada suara yang tidak dimanja²kan dan tidak dilembut²kan. (QS. al-Ahzab: 33/32)
  5. Tidak berhias dan (bertingkah laku) sprt orang jahiliyah dahulu. Menjauhi gaya tabarruj, penggayaan diri yang dapat mengganggu/menjadi fitnah bagi lelaki (tidak menjadi pusat perhatian), hingga menarik kepada dirinya. (QS. al-Ahzab: 33/33)
  6. Berpakaian dengan identitas wanita mukminah. (QS. al-Ahzab: 33/59)
  7. Senantiasa bersih dan berbau segar. Tidak memakai parfum (selain untuk mahramnya, pen) [HR. Bukhari]
  8. Tidak mengubah ciptaan Allah, seperti melakukan pembedahan plastik, membuat tato, mencukur alis, meratakan gigi (yang dilakukan karena alasan untuk mempercantik diri, bukan dikarenakan untuk kesehatan), dsbnya. (QS. an-Nisaá : 4/19; Hadith Bukhari, Muslim, Abu Daud, dan at-Tirmidhi)
  9. Tidak meniru penampilan kaum lelaki, baik dari cara berpakaian, berbicara, serta pembawaan diri. (HR. Ibnu Abbas)
  •  Perempuan Selalu Lupa Dengan Tiga Perkara:
  1. Tangan adalah aurat, batasannya hingga pergelangan tangan.
  2. Kaki (seluruhnya) juga adalah aurat.
  3. Dada adalah aurat, jd wajibnya menjulurkan jilbab mereka, hingga menutupi dadanya.
  •  Perempuan Selalu Alpa Akan Dua Perkara:
  1. Memandang remeh dgn aurat di pergelangan tangan.
  2. Dan Sering tidak memakai kaus kaki.
  • Dan Perempuan Lalai Akan Dua Perkara:
  1. Aurat mereka, adalah harga diri mereka.
  2. Kecantikan bukan pada wajah, melainkan pada hati yang bersih.
  • Dan Perempuan seringkali lupa bahwa menutup aurat adalah PERATURAN ALLAH, dan bukan PERATURAN MANUSIA.
  • Dosa Jariyah Yang Tidak Disadari Oleh Wanita
Saat dia sedang tidur, tetapi Malaikat tetap menulis dosanya...

Saat dia sedang shalat, tetapi Malaikat tetap menulis dosanya...

Saat dia makan, belajar, mandi, tetapi Malaikat tetap menulis dosanya...

Saat dia sedang tidak berbuat apa² pun Malaikat tetap mencatat dosanya...

Apakah kesalahan yang dia lakukan...???

Ini semua dikarenakan, banyaknya mata pria yang sedang memandang foto/gambarnya, yang sedang tidak menutup aurat atau ada auratnya yang terlihat di media sosial...

Setiap kali ada lelaki yg melihatnya, setiap kali itulah dosanya akan bertambah.

Semoga bermanfaat..

Baarakallahu fiikum

KISAH SAHABAT NABI ANAS BIN NADHAR PAHLAWAN PERANG UHUD



CIRI-CIRI 8 Sifat Calon Suami Yang Baik



"Semoga dikaruniakan suami soleh yang membimbing saya dunia dan akhirat."

Jawaban begini biasa diberikan gadis yang bakal mendirikan rumah tangga ataupun pengantin baru.

Kebanyakan wanita jika diajukan mengenai jodoh, mahu suami soleh. Tetapi, apakah suami yang diidamkan itu, benar-benar memenuhi keperluan wanita?

Coba kita lihat apa yang terjadi dalam sebuah rumah tangga selepas doa si gadis untuk mendapatkan 'lelaki soleh' mungkin sudah dimakbulkan Allah SWT.
                                                               
Lelaki yang soleh amat takut kepada Allah SWT. Salah satu bukti ketakutannya kepada Allah ialah mengerjakan solat.

Jadi, lelaki soleh akan menyuruh, malah terkadang sampai memaksa isterinya untuk menunaikan solat.

Lelaki yang soleh amat taat kepada Allah. Islam mewajibkan wanita menutup aurat. Jadi, suami yang soleh tidak akan sekali-kali membenarkan isterinya keluar rumah atau mengenakan pakaian sesuka hati. Juga berhias dan ber'make-up' tebal. Suami yang soleh akan memastikan si isteri menututp aurat. Tetapi ada isteri yang kurang
senang dengan perkara begini. Bukankah dahulu, anda berdoa untuk mendapat suami yang soleh, tetapi apabila doa anda dimakbulkan anda bantah pula cakapnya!

8 Sifat Calon Suami Yang Baik

Jika anda seorang wanita, carilah lelaki yang mempunyai sifat-sifat berikut.Jika anda seorang lelaki, jadilah seorang lelaki yang mempunyai sifat-sifat berikut.

Kuat amalan agamanya. Menjaga solat fardhu, kerap berjemaah dan solat pada awal waktu. Auratnya juga sentiasa dipelihara dan memakai pakaian yang sopan.

Akhlaknya baik, iaitu seorang yang nampak tegas, tetapi sebenarnya seorang yang lembut dan mudah bertolak ansur. Tutur Kata juga mesti sopan, melambangkan pribadi dan hatinya yang mulia.

Tegas mempertahankan martabatnya. Tidak berkunjung ke tempat-tempat yang boleh menjatuhkan kredibilitasnya.

Amanah, tidak mengabaikan tugas yang diberikan dan tak menyalahgunakan kuasa dan kedudukan.

Tidak boros, tetapi tidak pelit. Tau membelanjakan uang dengan bijaksana.  Menjaga mata dengan tidak melihat perempuan lain yang lalu lalang ketika sedang bercakap-cakap. Pergaulan yang terbatas, tidak mengamalkan cara hidup bebas walaupun dia tahu dirinya mampu berbuat demikian.

Mempunyai rekan pergaulan yang baik. Rekan pergaulan seseorang itu biasanya sama. Bertanggung jawab. Lihatlah dia dengan keluarga dan ibu bapanya.

8.   Wajah yang tenang

**************

Pesanan dari Admin:

Seorang lelaki yang BERIMAN lelaki tersebut:
1.   TIDAK AKAN TIDAK AKAN mengajak anda kepusat2 hiburan
2.   TIDAK AKAN berani pergi ber"pacaran" dan bercouple berdua-duaan
3.   TIDAK AKAN membonceng bersama2 dengan kekasih
4.   TIDAK AKAN besenang-senang dengan wanita yang bukan muhrim
5.   TIDAK AKAN mengajak keluar bersama2 pergi ke pasar, menonton wayang, makan berdua-duaan dan sebagainya
6.   TIDAK AKAN berani menyentuh tangan dan tubuh badan seorang wanita
7.   TIDAK AKAN tidak berani mengajak anda melakukan aksi ringan-ringan
8.   TIDAK AKAN berani melakukan ZINA

SEKIRANYA 8 CIRI2 INI ADA PADA PASANGAN ANDA...
KETAHUILAH BAHAWA LELAKI TERSEBUT TERGOLONG DALAM 8 SIFAT CALON SUAMI YANG BAIK-BAIK AKAN TETAPI SEKIRANYA SEBALIKNYA MAKA LELAKI TERSEBUT BUKANLAH TERMASUK DARI 10 CIRI2 TERSEBUT...
SEKIAN

KEPADA WANITA JADIKAN DIRI ANDA BIJAK MEMBUAT KEPUTUSAN

Note: Artikel ini berasal dari berbagai sumber luar milik orang lain, dan maaf saya tak mencantumkan sumbernya dikarenakan telah lupa & tak tahu akan sumber tersebut.


Semoga pahala amal jariah selalu tercurah kepada pemilik asli yang sudah bersusah payah lagi ikhlas membuat artikel ini. Aamiin. 

Cerita Nabi Muhammad SAW

1. Cerita Tentang Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam



Mari kita baca dan renungkan bersama, semoga banyak hikmah yang
bisa kita petik, sehingga kita bisa meneladani beliau.

Kalau pakaian beliau terkoyak atau robek, Rasulullah shollallahu
'alaihi wasallam menambal dan menjahitnyanya sendiri tanpa
perlu menyuruh isterinya. Beliau juga memerah susu kambing
untuk keperluan keluarga maupun untuk dijual.

Setiap kali beliau pulang ke rumah, bila dilihat tidak ada makanan
yang sudah masak untuk dimakan, sambil tersenyum baginda
menyingsing lengan bajunya untuk membantu istrinya di dapur.

Sayyidatina ‘Aisyah rodliyallahu 'anhaa menceritakan: ”Kalau Nabi
berada di rumah, beliau selalu membantu urusan rumah tangga.

Jika mendengar azan, beliau cepat-cepat berangkat ke masjid,
dan cepat-cepat pulang kembali sesudah selesai sholat.

Pernah Rasulullah pulang pada waktu pagi. Tentulah beliau
amat lapar waktu itu. Tetapi dilihatnya tidak ada apa pun yang
ada untuk di buat sarapan. Yang mentah pun tidak ada karena
Sayyidatina ‘Aisyah rodliyallahu 'anhaa belum ke pasar. Maka
beliau shollallahu 'alaihi wasallam bertanya, “Belum ada
sarapan ya Khumaira?” (Khumaira adalah panggilan mesra
untuk Sayidatina ‘Aisyah yang berarti ‘Wahai yang kemerah-merahan)

Aisyah rodliyallahu 'anhaa menjawab dengan merasa agak serba
salah, “Belum ada apa-apa Yaa Rasulallah.”

Rasulullah lantas berkata, ”Kalau begitu saya puasa saja hari ini.”
tanpa sedikitpun tergambar rasa kesal di wajahnya.

Pernah Rasulullah bersabda, “sebaik-baik lelaki adalah yang
paling baik dan lemah lembut terhadap isterinya.”

Subhaanallaah....Prihatin, sabar dan tawadhuknya Rasulullah
sebagai kepala keluarga.

Pada suatu ketika Rasulullah menjadi imam sholat. Dilihat
oleh para sahabat, pergerakan beliau antara satu rukun ke
satu rukun yang lain amat sukar sekali. Dan mereka
mendengar bunyi kemerutuk seolah-olah sendi-sendi pada tubuh
beliau yang mulia itu bergeser antara satu sama lain. Sahabat
Umar yang tidak tahan melihat keadaan beliau itu langsung
bertanya setelah selesai sholat :

“Yaa Rasulallah, kami melihat seolah-olah tuan menanggung
penderitaan yang amat berat, apakah anda sakit yaa Rasulallah?”

“Tidak, ya Umar. Alhamdulillah, saya sehat dan segar” jawab beliau.

“Yaa Rasulallah… mengapa setiap kali baginda menggerakkan tubuh,
kami mendengar seolah-olah sendi bergesekan di tubuh baginda?

Kami yakin anda sedang sakit…” desak Umar penuh cemas.

Akhirnya Rasulullah mengangkat jubahnya. Para sahabat amat
terkejut. Perut baginda yang kempis, kelihatan dililiti sehelai
kain yang berisi batu kerikil, buat menahan rasa lapar. Batu-batu
kecil itulah yang menimbulkan bunyi-bunyi halus setiap kali
bergeraknya tubuh baginda.

“Yaa Rasulallah! Adakah bila baginda menyatakan lapar dan tidak
punya makanan, kami tidak akan mendapatkannya buat baginda?”

Lalu beliau menjawab dengan lembut dan senyum, ”Tidak para
sahabatku. saya tahu, apa pun akan kalian korbankan demi
Rasulmu. Tetapi apakah yang akan saya jawab di hadapan
ALLAH nanti, apabila saya sebagai pemimpin, menjadi beban
kepada umatnya?” “Biarlah kelaparan ini sebagai hadiah ALLAH
buatku, agar umatku kelak tidak ada yang kelaparan di dunia
ini lebih-lebih lagi tiada yang kelaparan di Akhirat kelak.”

Subhanallaah...betapa cintanya beliau kepada umatnya.....
sedang cinta kita kepada beliau??? apakah kita sering ingat
pada beliau??? apakah kita sering membaca sholawat untuk
beliau??? apakah akhlak Rasulullah yang begitu lembut,
santun, pemaaf, ikhlas dan tawadlu' serta selalu menyentuh
hati telah kita teladani???

Baginda pernah tanpa rasa canggung sedikitpun makan di
sebelah seorang tua yang penuh kudis, miskin dan kotor.

Hanya diam dan bersabar saat kain surbannya diambil
dengan kasar oleh seorang Arab Badwi hingga berbekas
merah di lehernya.

Dan dengan penuh rasa kehambaan baginda membasuh
tempat yang dikencingi si Badwi di dalam masjid sebelum
menegur dengan lembut perbuatan itu.

Kecintaannya yang tinggi terhadap ALLAH TA'ALA dan rasa
kehambaan dalam diri Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam
 yang tinggi menjadikan beliau seorang yang tawadlu' yang
tidak ingin dimuliakan.

Anugerah kemuliaan dari ALLAH tidak dijadikan sebab untuk
merasa lebih dari yang lain, ketika di depan umum maupun
dalam kesendirian.

Ketika pintu Surga telah terbuka, seluas-luasnya untuk baginda,
baginda masih berdiri di waktu-waktu sepi malam hari,
terus-menerus beribadah, hingga pernah baginda terjatuh,
lantaran kakinya sudah bengkak-bengkak. Fisiknya sudah
tidak mampu menanggung kemauan jiwanya yang tinggi.

Bila ditanya oleh Sayyidatina ‘Aisyah rodliyallahu 'anhaa,
“Yaa Rasulallah, bukankah anda telah dijamin Surga?
Mengapa anda masih bersusah payah begini?”

Jawab baginda dengan lunak, “Yaa ‘Aisyah, bukankah
saya ini hanyalah seorang hamba? Sesungguhnya saya
ingin menjadi hamba-Nya yang bersyukur.”

Rasulullah benar-benar sosok hamba yang sangat
bersyukur kepada-Nya, beliau mensyukuri semua anugerah
yang beliau terima dengan ibadah yang sungguh-sungguh....
Subhaanallaah.....

Renungan untuk kita, bagaimana ibadah kita, sudahkah
sungguh-sungguh sebagaimana Rasulullah??? atau masih
jauh dari rasa sungguh-sungguh??? ataukah masih
merasa berat atau merasa terbebani dengan ibadah-ibadah
yang Allah wajibkan pada kita??? jawabannya ada di hati
kita masing-masing....bila kita mau berfikir memang nikmat
Allah pada kita banyak sehingga tidak mungkin kita
menghitungnya, tapi sayang banyak manusia yang tidak
mau memikirkan dan merenungkan nikmat-nikmat Allah
yang telah diberikan-Nya, terutama nikmat IMAN dan ISLAM.

Allah telah berfirman dalam QS. Al-Qolam ayat 4
yang terjemahnya "Dan sesungguhnya engkau (Muhammad)
benar-benar berakhlak (berbudi pekerti) yang agung"

Demikian sedikit apa yang ana bisa sampaikan tentang
agungnya dan mulianya Rasulullah, tidak lupa ana sampaikan
terima kasih kepada siapa yang menyempatkan waktu
membaca artikel sederhana ini.




2. Bismillahirrahmaanirrahiim

Diriwayatkan pada saat itu Rasulullah baru tiba dari Tabuk,
peperangan dengan bangsa Romawi yang kerap menebar
ancaman pada kaum muslimin. Banyak sahabat yang
ikut beserta Nabi dalam peperangan ini. Tidak ada yang
tertinggal kecuali orang-orang yang berhalangan dan ada uzur.

Saat mendekati kota Madinah, di salah satu sudut jalan,
Rasulullah berjumpa dengan seorang tukang batu. Ketika
itu Rasulullah melihat tangan buruh tukang batu tersebut
melepuh, kulitnya merah kehitam-hitaman seperti terpanggang
matahari.

Sang manusia Agung itupun bertanya, “Kenapa tanganmu
kasar sekali?"
Si tukang batu menjawab, "Ya Rasulullah, pekerjaan saya
ini membelah batu setiap hari, dan belahan batu itu saya
jual ke pasar, lalu hasilnya saya gunakan untuk memberi
nafkah keluarga saya, karena itulah tangan saya kasar."

Rasulullah adalah manusia paling mulia, tetapi orang yang
paling mulia tersebut begitu melihat tangan si tukang batu
yang kasar karena mencari nafkah yang halal, Rasulpun
menggenggam tangan itu, dan menciumnya seraya bersabda,

"Hadzihi yadun la tamatsaha narun abada", 'inilah tangan
yang tidak akan pernah disentuh oleh api neraka
selama-lamanya'.

***

Rasulullahl tidak pernah mencium tangan para Pemimpin
Quraisy, tangan para Pemimpin Khabilah, Raja atau siapapun.
Sejarah mencatat hanya putrinya Fatimah Az Zahra dan
tukang batu itulah yang pernah dicium oleh Rasulullah.
Padahal tangan tukang batu yang dicium oleh
Rasulullah justru tangan yang telapaknya melepuh
dan kasar, kapalan, karena membelah batu dan karena
kerja keras.

Suatu ketika seorang laki-laki melintas di hadapan
Rasulullah. Orang itu di kenal sebagai pekerja yang
giat dan tangkas. Para sahabat kemudian berkata,
“Wahai Rasulullah, andai bekerja seperti dilakukan
orang itu dapat digolongkan jihad di jalan Allah
(Fi sabilillah), maka alangkah baiknya.” Mendengar itu
Rasul pun menjawab, “Kalau ia bekerja untuk
menghidupi anak-anaknya yang masih kecil, maka
itu fi sabilillah; kalau ia bekerja untuk menghidupi
kedua orang tuanya yang sudah lanjut usia, maka
itu fi sabilillah; kalau ia bekerja untuk kepentingan
dirinya sendiri agar tidak meminta-minta, maka itu
fi sabilillah.” (HR Thabrani)

***

Orang-orang yang pasif dan malas bekerja, sesungguhnya
tidak menyadari bahwa mereka telah kehilangan sebagian
dari harga dirinya, yang lebih jauh mengakibatkan
kehidupannya menjadi mundur. Rasulullah amat prihatin
terhadap para pemalas.

”Maka apabila telah dilaksanakan shalat, bertebaranlah
kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah
dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu
beruntung”. (QS. Al-Jumu’ah 10)

”Dan Allah menjadikan bumi untukmu sebagai
hamparan, supaya kamu menjalani jalan-jalan yang
luas di bumi ini”. (QS Nuh19-20)

***

”Siapa saja pada malam hari bersusah payah dalam
mencari rejeki yang halal, malam itu ia diampuni”.
(HR. Ibnu Asakir dari Anas)

”Siapa saja pada sore hari bersusah payah dalam bekerja,
maka sore itu ia diampuni”. (HR. Thabrani dan lbnu Abbas)

”Tidak ada yang lebih baik bagi seseorang yang makan
sesuatu makanan, selain makanan dari hasil usahanya.
Dan sesungguhnya Nabiyullah Daud, selalu makan dan
hasil usahanya”. (HR. Bukhari)

”Sesungguhnya di antara dosa-dosa itu, ada yang tidak
dapat terhapus dengan puasa dan shalat”. Maka para
sahabat pun bertanya: “Apakah yang dapat menghapusnya,
wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: ”Bersusah payah
dalam mencari nafkah.” (HR. Bukhari)

”Barangsiapa yang bekerja keras mencari nafkah
untuk keluarganya, maka sama dengan pejuang dijaIan
Allah ‘Azza Wa Jalla”. (HR. Ahmad)


3. Kisah Rasulullah dan Seorang Badui

PADA suatu masa, ketika Nabi Muhammad SAW sedang
tawaf di Kaabah, baginda mendengar seseorang di
hadapannya bertawaf sambil berzikir: “Ya Karim! Ya Karim!”
Rasulullah SAW meniru zikirnya “Ya Karim! Ya Karim!”

Orang itu berhenti di satu sudut Kaabah dan menyebutnya
lagi “Ya Karim! Ya Karim!” Rasulullah yang berada di
belakangnya menyebutnya lagi “Ya Karim! Ya Karim!”

Orang itu berasa dirinya di perolok-olokkan, lalu menoleh
ke belakang dan dilihatnya seorang lelaki yang sangat
tampan dan gagah yang belum pernah di lihatnya.

Orang itu berkata, “Wahai orang tampan, apakah engkau
sengaja mengejek-ngejekku, karena aku ini orang badui?
Kalaulah bukan karena ketampanan dan kegagahanmu
akan kulaporkan kepada kekasihku, Muhammad Rasulullah.”

Mendengar kata-kata orang badwi itu, Rasulullah SAW
tersenyum lalu berkata:

“Tidakkah engkau mengenali Nabimu, wahai orang Arab?”

“Belum,” jawab orang itu.

“Jadi bagaimana kamu beriman kepadanya?” tanya Rasulullah SAW.

“Saya percaya dengan mantap atas kenabiannya,
sekalipun saya belum pernah melihatnya, dan membenarkan
perutusannya walaupun saya belum pernah bertemu
dengannya,” jawab orang Arab badwi itu.

Rasulullah SAW pun berkata kepadanya: “Wahai orang
Arab, ketahuilah aku inilah Nabimu di dunia dan penolongmu
nanti di akhirat.”

Melihat Nabi di hadapannya, dia tercengang, seperti tidak
percaya kepada dirinya lalu berkata, “Tuan ini Nabi
Muhammad?” “Ya,” jawab Nabi SAW.
Dengan segera orang itu tunduk dan mencium kedua-dua
kaki Rasulullah SAW.

Melihat hal itu Rasulullah SAW menarik tubuh orang Arab
badwi itu seraya berkata, “Wahai orang Arab, janganlah
berbuat seperti itu. Perbuatan seperti itu biasanya
dilakukan oleh seorang hamba sahaya kepada tuannya.
Ketahuilah, Allah mengutus aku bukan untuk menjadi
seorang yang takabur, yang minta dihormati atau
diagungkan, tetapi demi membawa berita gembira
bagi orang yang beriman dan membawa berita
menakutkan bagi yang mengingkarinya.”

Ketika itulah turun Malaikat Jibril untuk membawa berita
dari langit, dia berkata, “Ya Muhammad, Tuhan
As-Salam menyampaikan salam kepadamu dan
berfirman: “Katakan kepada orang Arab itu, agar tidak
terpesona dengan belas kasih Allah. Ketahuilah
bahwa Allah akan menghisabnya di Hari Mahsyar
nanti, akan menimbang semua amalannya, baik
yang kecil mahupun yang besar.”

Setelah menyampaikan berita itu, Jibril kemudian pergi.
Orang Arab itu pula berkata, “Demi keagungan serta
kemuliaan Tuhan, jika Tuhan akan membuat perhitungan
atas amalan hamba, maka hamba pun akan membuat
perhitungan denganNya.”

Orang Arab badwi berkata lagi, “Jika Tuhan akan
memperhitungkan dosa-dosa hamba, maka hamba
akan memperhitungkan betapa kebesaran magfirahNya.
Jika Dia memperhitungkan kemaksiatan hamba, maka
hamba akan memperhitungkan betapa luasnya
pengampunanNya. Jika Dia memperhitungkan kebakhilan
hamba, maka hamba akan memperhitungkan pula
betapa dermawanNya.”

Mendengar ucapan orang Arab badwi itu, maka
Rasulullah SAW pun menangis mengingatkan betapa
benarnya kata-kata orang Arab badwi itu sehingga
air mata meleleh membasahi janggutnya.

Lantaran itu Malaikat Jibril turun lagi seraya berkata,
“Ya Muhammad, Tuhan As-Salam menyampaikan salam
kepadamu dan berfirman: “Berhentilah engkau daripada
menangis, sesungguhnya karena tangisanmu, penjaga
Arasy lupa bacaan tasbih dan tahmidnya, sehingga ia
bergoncang. Sekarang katakan kepada temanmu itu,
bahwa Allah tidak akan menghisab dirinya, juga
tidak akan menghitung kemaksiatannya. Allah sudah
mengampunkan semua kesalahannya dan akan menjadi
temanmu di syurga nanti.”

Betapa sukanya orang Arab badwi itu, apabila mendengar
berita itu dan menangis karena tidak berdaya menahan
rasa terharu.

*********************************************************************