Setiap orang tahu betapa pentingnya membaca, tetapi tidak semuanya menjadikannya sebagai kebiasaan. Membaca buku memang memberikan banyak manfaat, seperti yang tertera di bawah ini, tetapi menjadikannya kegiatan rutin dalam hidup sehari-hari bisa menjadi suatu tantangan tersendiri.
Jika Anda pernah mencoba membiasakan diri untuk membaca, misalnya satu novel 500 halaman dalam satu minggu, tetapi gagal (dan mungkin lebih dari satu kali), jangan putus asa. Cobalah sekali lagi, tetapi kali ini dengan mengajak anggota keluarga untuk bersama-sama membentuk kebiasaan membaca.
Jika Anda pernah mencoba membiasakan diri untuk membaca, misalnya satu novel 500 halaman dalam satu minggu, tetapi gagal (dan mungkin lebih dari satu kali), jangan putus asa. Cobalah sekali lagi, tetapi kali ini dengan mengajak anggota keluarga untuk bersama-sama membentuk kebiasaan membaca.
Apa manfaat dari membaca
buku?
Ingatlah bahwa manfaat
budaya membaca tidak bisa didapatkan secara instan dan mungkin tidak jelas
terlihat, tetapi pengaruh itu ada dan tercermin dalam karakter dan sikap hidup
Anda.
Manfaat yang bisa Anda
dapatkan dari membaca buku tidak terhitung jumlahnya, tetapi berikut adalah
beberapa yang utama:
Mendapat pengetahuan baru
Melalui membaca, Anda
memungkinkan diri terpapar oleh informasi menyegarkan untuk diketahui, hal-hal
baru untuk dicoba, cara-cara berbeda untuk memecahkan masalah, dan jalan-jalan
lain untuk mencapai suatu tujuan.
Buku menawarkan Anda
berbagai macam pengetahuan yang terkandung dalam setiap paragraf dan babnya,
dan membaca memberikan Anda kesempatan untuk memahami, mengolah, dan menjadikan
pengetahuan tersebut sebagai panduan untuk mengambil tindakan.
Mengembangkan karakter diri
Tidak diragukan lagi, orang
yang gemar membaca akan cendrung lebih berkarakter. Dengan membaca, pikiran
Anda bisa menjadi lebih terbuka, wawasan menjadi lebih luas, dan pemahaman Anda
terhadap hal-hal menjadi semakin mendalam.
Percakapan Anda akan
berbobot, dan Anda akan terlihat menarik di mata orang lain sehingga
meningkatkan rasa percaya diri Anda.
Selain itu, kebiasaan
membaca melatih Anda untuk lebih terhubung secara internal dengan pikiran dan
jiwa Anda, menjadikan Anda pribadi yang lebih tenang dan nyaman dengan diri
Anda sendiri.
Belajar dari pengalaman
orang lain
Meskipun pengalaman sendiri
dianggap sebagai guru yang paling berharga, Anda bisa belajar lebih cepat untuk
menghindari kesalahan dan menyelesaikan masalah dengan menjadikan pengalaman
orang lain sebagai salah satu acuan.
Dengan membaca, Anda bisa
mengenal karakter orang lain, memahami kisah mereka, dan mengambil pelajaran
dari keseluruhan hidupnya. Cerita hidup Anda mungkin berbeda dari milik mereka,
tetapi selalu ada pesan yang bisa membantu Anda mengatasi masa sulit dan meraih
kesuksesan.
Menumbuhkan imajinasi dan
kreativitas
Buku bisa mengandung kisah
yang melampaui imajinasi seseorang dan menjerat Anda ke dalam dunia magisnya.
Membaca memungkinkan Anda untuk turut berpikir dengan cara-cara yang tidak
biasa dan menghasilkan jawaban-jawaban yang tidak terpikirkan sebelumnya.
Daya imajinasi Anda akan
tertantang dan kreativitas Anda akan tergugah berkat suguhan bacaan yang
bervariasi dan memuaskan pikiran serta hati.
Mengapa perlu untuk
membiasakan membaca buku di keluarga?
Selain manfaat di atas,
kebiasaan membaca di keluarga bisa memberikan keuntungan lain, terutama dalam
proses pembentukan kebiasaan itu sendiri. Semua hal akan lebih terasa lebih
mudah jika dilakukan bersama-sama dalam keluarga.
Pernahkah Anda mencoba untuk
mengurangi berat badan? Usaha untuk menjalani diet akan lebih mudah dilakukan
setiap harinya jika anggota keluarga yang lain ikut mendukung atau bahkan turut
bergabung dalam program sehat Anda, daripada Anda harus menyantap semangkuk
oatmeal sendirian sementara ibu dan kakak menikmati sepiring nasi goreng babat
lengkap dengan sambal dan kerupuk untuk sarapan.
Prinsip yang sama berlaku
untuk budaya membaca. Kegiatan ini akan terasa alami sebagai suatu kebiasaan
karena berasal dari rumah dan dijalani bersama oleh semua anggota keluarga.
Dengan ini, Anda akan terbantu dalam disiplin diri dan berhasil menjadikan
membaca sebagai rutinitas harian yang tidak bisa terlewatkan.
Kebiasaan ini lalu akan
diturunkan dari satu generasi ke generasi lainnya sehinggalah terciptalah
tradisi membaca di keluarga dan garis keturunan yang semakin matang tingkat
kecerdasan intelektual dan emosionalnya.
Tips membentuk kebiasaan
membaca buku di keluarga
Untuk membangun kebiasaan
membaca di keluarga Anda, coba praktikkan tips berikut ini:
1. Tentukan target
Target membaca membantu Anda
termotivasi dan keep-on-track dengan upaya Anda. Target ini bisa
berupa minimal jangka waktu membaca yang harus Anda capai di setiap harinya,
atau minimal jumlah buku yang harus Anda selesaikan dalam satu bulan.
Misalnya, Anda bisa
menargetkan untuk membaca 5 halaman setiap dua hari sekali, atau menyelesaikan
24 buku dalam kurun satu tahun. Target ini harus realistis karena membaca
seharusnya menjadi kegiatan yang menyenangkan dan bukan beban.
Target masing-masing orang
dalam keluarga boleh berbeda, tergantung kesibukan, kemampuan dan kecepatan
membaca masing-masing, karena yang penting bukanlah banyaknya buku yang
berhasil diselesaikan tetapi menikmati proses membaca itu sendiri dan kepuasan
dari keberhasilan mencapai target pribadi.
Target ini bisa ditingkatkan
di kemudian hari jika Anda sudah lebih terbiasa membaca buku.
2. Buat daftar buku
Sebagai permulaan, membaca
buku akan lebih mudah jika topik bacaan sesuai minat masing-masing orang dalam
keluarga. Jika Anda tertarik dengan fiksi, buatlah daftar judul novel (atau
bahkan cerita pendek) fiktif yang ingin Anda baca atau yang terkenal di
masyarakat. Jika ayah Anda menyukai sejarah, mintalah beliau untuk membuat
daftar buku berseting sejarah yang telah lama ingin beliau baca. Mintalah saran
dari satu sama lain atau teman yang memang gemar membaca.
Mulailah secara perlahan dan
jangan menuliskan lebih dari lima judul buku karena daftar yang panjang akan
membebani Anda dan membuat kegiatan membaca hanya terlihat sebagai suatu
keharusan.
Jika Anda sudah semakin
terbiasa membaca, Anda bisa mencoba menantang diri dengan topik yang mungkin
diluar minat wajar Anda tetapi masih cukup menarik untuk diikuti.
Jika setelah 50 halaman Anda
masih belum terpikat dengan buku tersebut, Anda boleh menyisihkannya. Penggemar
berat buku memang bisa menikmati bervariasi judul dan penulis, tetapi sebagian
orang memilih untuk membaca buku hanya yang mereka bisa nikmati.
3. Dapatkan akses buku
Siapa bilang bahwa membaca
adalah hobi yang mahal?
Di jaman modern ini, banyak
bacaan tersedia dalam bentuk elektronik demi kemudahan akses. Anda bisa
memanfaatkan e-book atau buku elektonik jika menginginkan judul yang
sulit didapatkan di toko buku atau mungkin buku berbahasa asing yang belum
diterjemahkan ke bahasa lokal.
Untuk Anda yang lebih
menikmati sensasi memegang buku dan membaca di kesunyian, Anda bisa mengajak
anggota keluarga ke perpustakaan kota dan memilih buku favorit masing-masing
untuk dibaca.
Meminjam buku dari teman
juga bisa menjadi solusi akses ke banyak buku tanpa perlu menghabiskan banyak
biaya.
4. Baca di mana saja—atau
bentuk pola
Jika Anda termasuk orang
yang bisa menyelipkan aktivitas tertentu di tengah jeda aktivitas lainnya, maka
lakukanlah sesuai cara Anda. Bawalah buku yang ingin Anda selesaikan ke mana
saja, dan bacalah jika Anda memiliki kesempatan, misalnya setelah makan siang
di sekolah, saat di dalam bus, atau sedang menunggu teman diluar.
Namun, untuk anggota
keluarga lain yang tergolong creature of habit, atau seseorang yang
terbentuk dari pola atau rutinitas, cara bebas tersebut tidak akan bekerja.
Jika ibu Anda, misalnya,
termasuk orang yang menyukai jadwal, maka sarankan beliau untuk membaca setelah
membereskan sarapan setiap harinya, menyisihkan 20 menit dari waktu tidur siang
untuk membuka buku, atau menyelesaikan 5 halaman setiap sebelum tidur malam.
Bagi orang yang menyukai
keteraturan, membaca di waktu atau di tempat yang sama setiap harinya bisa
menjadikan kegiatan tersebut sebagai rutinitas yang mudah dan menyenangkan.
5. Jadikan membaca kegiatan
bersama
Meskipun judul yang dibaca
oleh masing-masing anggota keluarga berbeda, cobalah untuk mendiskusikan buku
yang sudah salah seorang baca sewaktu minum teh sore atau makan malam.
Hal apapun dalam buku bisa
menjadi topik pembicaraan yang seru di meja makan, dan anggota keluarga bisa
mengemukakan pendapatnya mengenai karakter atau plot tertentu.
Dengan ini, Anda mungkin
akan tertarik untuk membaca buku yang sedang dinikmati oleh ayah Anda, dan adik
Anda mungkin akan menaruh minat pada bidang tertentu yang menjadi fokus dalam
buku yang Anda baca. Jadikan waktu berkumpul bersama di akhir pekan
sebagai book club khusus keluarga Anda.


0 komentar:
Posting Komentar